.:: The Soundtrack Of My Life ::.

Adalah kebiasaanku memutar lagu di playlist dalam mode random.
dan acap kali ketika sebuah lagu mengalun, aku kaya ingat lagi peristiwa di masa lalu.
lagu ini semacam jadi ost kejadian itu….*widiiiihhh*

sama seperti kejadian siang ini, lagu Lauren Wood – Fallen
adalah ost saat dulu aku tergila-gilanya sama samwan 🙂
jadi adem hatiku kalo mengingatnya…hihihi….

trus keputer Celine Dion – That’s The Way It Is
wah…ini sih hymne selama nggarap skripsi 🙂
bikin semangat lah…(kebetulan waktu bikin skripsi juga pas habis putus cinta…*jleb* )

kalo swaragama punya slogan “The Soundtrack of your life”
aku juga punya dong soundtrack of my life…:)

in my style tentunya… 🙂

~ Fix You ~

When you try your best, but you don’t succeed
When you get what you want, but not what you need
When you feel so tired, but you can’t sleep
Stuck in reverse

And the tears come streaming down your face
When you lose something you can’t replace
When you love someone, but it goes to waste
Could it be worse?

Lights will guide you home
And ignite your bones
And I will try to fix you

And high up above or down below
When you’re too in love to let it go
But if you never try you’ll never know
Just what you’re worth

Lights will guide you home
And ignite your bones
And I will try to fix you

Tears stream down on your face
When you lose something you cannot replace
Tears stream down on your face
And I…

Tears stream down on your face
I promise you I will learn from my mistakes
Tears stream down on your face
And I…

Lights will guide you home
And ignite your bones
And I will try to fix you

 

Lagu ini akan selalu menjadi soundtrack of our heart, untuk mengingat hari ini…saat berbagi sebuah keputusan besar yang telah kuambil.

Kamu matahariku, dan akan selalu begitu. Tak akan ada sesuatupun yang dapat menggantikan tempatmu di hatiku, di pikiranku, di doa-doaku.

Menualah bersamaku….selamanya.

…Dalam Keberagaman Beragama…

Minggu, 22 januari 2012

Ke gereja kotabaru pake acara ngebut karena buru-buru.  Ajaib ! aku gak ngantuk di gereja…tidak ada kisah pindah tidur pagi itu 🙂
sambil ngelirik iri ke pasangan anak muda yang duduk di depanku…huh…sangat provokatif. di gereja hoi… di gereja…>:)

Khotbah misa kali ini dibacakan Surat Gembala dari Bapa Uskup Keuskupan Agung Semarang.
Temanya adalah tentang persatuan umat beragama, khususnya umat kristiani.

Dari hasil penelaahanku, persatuan umat beragama sangat perlu diupayakan dan dijaga keberadaannya di tengah masyarakat indonesia yang sangat majemuk ini.
Gesekan sedikit saja sangat memungkinkan terperciknya permusuhan, yang akan membawa dampak tidak baik dalam segala segi kehidupan bersama.

Yap. Setiap orang yang mengaku sebagai orang beragama sudah sepantasnya membawa keutamaan dan kebaikan yang diajarkan dan dibawa dari agamanya masing-masing. Membawa keindahannya agar selalu terpancar dalam hidup sehari-hari dan dalam pertemuannya dengan orang lain, yang  juga berlainan agama. Tak perlu memaksakan apa yang kita anut ke orang lain, dan tak perlu menilai kepercayaan orang lain itu baik/buruk.

Ketika setiap orang membawa keutamaan dan keindahan hidup beragamanya dalam relasinya dengan orang lain, secara otomatis orang lain pun akan melihat sesuatu yang baik dan bisa saja menghasilkan respon yang baik. Tentang terpanggil untuk mengikuti kepercayaan kita ato tidak semua itu karya Tuhan dalam hatinya.

Aku cinta kedamaian ini 🙂

…Santa Rosa da Lima, Perawan….

Isabella de Flores-demikian nama Rosa da Lima-lahir di Lima, Peru pada tanggal 20 April 1586. Puteri bungsu dari pasangan Gaspar Flores dan Maria Olivia ini begitu cantik, sehingga ibunya memanggil dia ‘Rosa’ yang berarti ‘bunga mawar’. Nama ini pun secara spontan diberikan oleh Uskup Agung kota Lima tatkala Isabella menerima Sakramen Krisma. Namun nama yang manis ini kontras sekali dengan cara hidup yang keras yang ia praktekkan untuk mengambil bagian dalam penderitaan Kristus. Sewaktu Rosa masih kanak-kanak, orangtuanya yang berdarah Spanyol yang tergolong kaya itu. Namun sayang bahwa kemudian mereka jatuh miskin karena bangkrut dalam usaha dagang yang dikelola sang ayah. Ketika menanjak remaja, Rosa terpaksa harus bekerja membantu orangtuanya. Selain bekerja di kebun, ia juga menjahit untuk sekedar memperoleh uang tambahan guna memenuhi kebutuhan keluarganya. Dalam perjalanan hidup selanjutnya, Rosa merasakan suatu gejolak batin yang mendorong dia untuk menjalani suatu cara hidup khusus mengikuti jejak Kristus. Ia tak berdaya menghalau gejolak batin itu, sehingga akhirnya ia mulai menjalani corak hidup khusus itu.

Ia berpuasa tiga hari seminggu dan berpantang dari buah-buahan. Wajahnya yang cantik molek itu sering dicorengnya dengan kapur agar tampak tidak menarik. Daripada itu, orangtuanya telah merencanakan perkawinannya dengan seorang pemuda yang mereka sukai. Selama 10 tahun ia berjuang keras melawan keinginan orangtuanya untuk mengawinkan dia dengan pemuda itu. Tatkala desakan dan paksaan orangtuanya memuncak, Rosa segera mengikrarkan kaul keperawanan dan masuk ordo ketiga Santo Dominikus. Sebagaimana biasa, ordo ketiga tidak menuntut anggota-anggotanya menjalani kehidupannya di dalam biara; sebaliknya membiarkan mereka tetap menjalani kehidupannya di tengah–tengah masyarakat. Rosa pun tetap tinggal bersama orangtuanya sambil dengan tekun menghayati panggilannya.
Rosa mendirikan sebuah pondok dikebunnya dan hidup disana sebagai seorang pertapa sampai berusia 28 tahun. Cara hidup Rosa sangat keras. Ia lebih banyak menggunakan waktunya untuk berdoa dan bertapa. Waktu malam ia hanya tidur selama dua jam. Ia tidur diatas ranjang yang ditaburi dengan pecahan-pecahan kaca. Tudung kepalanya sangat kasar; makanannya sangat sedikit berupa roti untuk jangka waktu dua–tiga minggu. Pantang dan puasa yang keras ini membuat badannya sangat lemah.

Rosa dipandang sebagai wanita yang kudus luar biasa dengan suatu corak hidup yang luar biasa pula. Cara hidupnya yang diwarnai dengan penyiksaan diri yang heroik itu sulit ditiru wanita kudus lainnya, bahkan semua orang lain. Selama tiga tahun terakhir hidupnya, Rosa tinggal di rumah Don Gonzalo de Massa, seorang pegawai pemerintahan yang istrinya mengenal baik Rosa. Di sana pula, Rosa menghembuskan nafasnya yang terakhir pada tanggal 24 Agustus 1617 di Lima. Ia dinyatakan ‘kudus’ oleh Sri Paus Klemens X (1670–1676) pada tanggal 12 April 1671.

 

sumber : http://www.imankatolik.or.id/kalender/23Agu.html

…kau dan aku adalah satu tubuh….

Kantor ini dibangun dengan semangat untuk mewujudkan impian besar.
Kantor ini digerakkan orang-orang yang berkomitmen untuk menjadi besar.
Kau dan aku adalah salah satunya.

Aku sangat menikmati masa-masa sibuk karena tugas yang menumpuk, mengambil hikmah untuk setiap masalah.
Aku mensyukuri atas kesempatan berbagi, berteman dan saling menyayangi.

Ya….kantor ini layaknya tubuh.
Tubuh dengan banyak anggota tubuh, masing-masing memiliki peran dan tanggungjawabnya sendiri.
Ada yang berperan sebagai kepala, tangan, kaki, mata, telinga….dan masih banyak lagi.
Semua bekerja….semua memberikan yang terbaik agar tubuh ini tetap kokoh berdiri, tegak melangkah.

Tak pantaslah jika ada yang merasa tak berarti, hanya karena perannya sebagai kaki.
Tak pantaslah jika ada yang merasa jumawa, hanya karena perannya sebagai kepala.
Tanpa kaki, tubuh ini tak kan bisa berlari.
Pun tanpa kepala, tubuh ini tak kan terarah melangkah.

Masing-masing, sekecil apapun perannya, memberi arti yang besar untuk tubuh ini.
aku membutuhkanmu, kau membutuhkan aku, kita membutuhkan mereka.
Mari kita saling bersinergi, untuk membuat tubuh ini mampu berdiri dan berlari sekencang yang kita mau.
Aku bangga menjadi bagian dari semua ini bersamamu, teman.

Like A Bridge Over Troubled Water

Aku pengen Mocca dengerin lagu ini. aku pengen nyanyiin buat dia, tapi masih sadar diri kalo suaraku gak bagus-bagus amat. lebih baik lagi kalo Mocca dengerin yang versinya Shakila…lebih menggigit lagunya. 🙂

Bridge Over Troubled Water

When you’re weary, feeling small,
When tears are in your eyes, I will dry them all;
I’m on your side. when times get rough
And friends just can’t be found,
Like a bridge over troubled water
I will lay me down.
Like a bridge over troubled water
I will lay me down.

When you’re down and out,
When you’re on the street,
When evening falls so hard
I will comfort you.
I’ll take your part.
When darkness comes
And pains is all around,
Like a bridge over troubled water
I will lay me down.
Like a bridge over troubled water
I will lay me down.

Sail on silver boy,
Sail on by.
Your time has come to shine.
All your dreams are on their way.
See how they shine.
If you need a friend
I’m sailing right behind.
Like a bridge over troubled water
I will ease your mind.
Like a bridge over troubled water
I will ease your mind.

Dah ya Mocca….yang lalu biar berlalu. I’m here for you.
Go Mocca go……!!!

My Second Family

Gak tau kenapa tiba-tiba pengen nulis tentang kegundahan hatiku. Sedih euy..banyak teman kantor yang resign satu per satu. Mereka dah seperti keluarga bagiku di jogja ini, aku selalu tau bahwa pasti suatu saat perpisahan2 kaya gini bakal terjadi, tetapi entah kenapa…aku selalu sedih setiap tau ada yang mau resign atau malah secara mendadak menjabat tanganku untuk say good bye.

hix..hix….sedih banget..apalagi denger gosip “kakak” ku juga bakal ikutan hengkang dari sini. Sampai kebawa mimpi euy….hancur hatiku :((

Menurutku gak salah sama sekali kalo mereka pengen hengkang dari sini. Kantor ini tak lagi cukup memikat kami. Untuk membuat seorang karyawan betah dan semangat bekerja, bukan hanya gaji yang utama tapi juga kemampuan kantor untuk mengikat jiwa kami agar selalu mau berjuang bersama disini.

Dulu pas masih di divisi produksi, aku masih inget sampe nangis sengguk-sengguk pas mas pituruh resign…duh…..secara dia adalah orang pertama yang mau jadi temanku ketika aku baru masuk pertama kali di kantor ini. Dilanjutkan dengan resign beberapa teman wanita yg cukup deket sama aku…ajeng…maya…alpons…

Padahal saat masih di produksi, justru aku merasakan ikatan kekeluargaan yang tererat selama aku ada disini. Maem-maem bareng…olok-olokan…dengerin radio “waton muni” nya Pakdhe ato bahkan diskusi berat saat digembleng ngurusi SI Akademik. Duh…dah pada dimana ya mereka….(pikiranku menerawang….sedih banget)

tapi hidup harus terus berjalan kan?

dan itu yang sedang kucoba nikmati.

Thanks buat Mas Dian yang kemaren dah ngajak maem-maem di boyong kalegan se-erte 01 (istilah untuk personil ruangan Produksi 1), rosa seneng baaaangeeett…Bisa liat Pakdhe yang bener2 dah punya anak sekarang….ngeliatin wajah2 yg dulu single tapi sekarang dah jadi double..hahaha….pokoknya seneng. Makasih ya….

So..untuk kesekian kali aku bilang have i told you lately that i love you all ?

i hope so not….

Maem di Boyong Kalegan

Maem di Boyong Kalegan

Bangkit itu…

Bangkit itu maksa…

Maksa anak meja sebelah buat ajarin aku cara ngedit foto

Bangkit itu mencuri….

Mencuri master software-sofware di fileserver untuk dipelajari

Bangkit itu bikin meja…

Bikin meja berantakan gara-gara semua buku tutorial terbuka di meja

Bangkit itu dendam…

Dendam untuk ngedit foto “dia” jadi seseram setan

Bangkit itu lembut…

Lembut retouchnya biar tidak ada yang menyangka ini hasil rekayasa

Bangkit itu tertawa…

Tertawa saat melihat hasil karya bagus luar biasa

Bangkit itu aku…

Hanya untukmu, selalu….

Hello World !!

Lagi-lagi…ada Mas Bimo dibalik peluncuran wordpress ku ini.

Makasih ya mas..dah dikasih pengarahan. 🙂