Untukmu ‘matahariku’

aku nyaris tak mengenali lembut dan tabah
yang dulu amat kupuja dalam dirimu
kemana perginya?

kala aku datang dengan segenap cinta
kau cibir sinis dengan berdusta
bahkan percaya pun tak pernah kau punya
mengapa?

aku menyerah, aku mengalah
mengundurkan diri dari segala pedih
aku terluka, justru karena aku mencinta
katakan mengapa?

memandangmu dari kejauhan
dengan sisa kekaguman yang kupunya
berbahagialah dalam segala jalanmu

meletakkan pena untuk segala tulisan cerita
meletakkan hati untuk segala cinta yang pernah ada
menutup buku kita.

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.